;

Perbedaan cinta Pria n Wanita


Adik wa nita saya jatuh cinta pada seorang pria. Sayangnya pria ini mencintai wa nita lain, dan tidak berminat pada adik wa nita saya, padahal adik saya cukup cantik, pandai dan baik. Adik saya berusaha menarik pria (A) tersebut dengan memberi perhatian, terkadang memasak untuk dia, dan lainnya. Tapi pria ini tetap tidak bergeming. Pada saat yang bersamaan, ada pria mencintainya. Adik saya tidak tertarik dengan pria ini (B). B tidak peduli, dia tetap memberikan perhatian, mau mendengarkan, memberikan hadiah-hadiah seperti bunga, coklat, dll. Sebetulnya ada wa nita lain yang mengejar pria B, tapi sayangnya si pria B tidak bergeming. Matanya hanya melihat adik saya. Karena itulah, akhirnya adik saya memutuskan untuk menikah dengan pria B. Setelah pernikahan, mereka dikarunia beberapa anak, dan adik saya makin lama makin bahagia. Suaminya selalu menempatkan dia pada urutan nomor satu, memberikan hadiah-hadiah dan kejutan-kejutan manis, memasak untuk dia, selalu ada sebagai tempat curahan, memberikan kebutuhan adik saya lahir dan batin. Tentunya sebagai wa nita , adik saya menjadi jatuh cinta dan semakin cinta dengan pria tersebut.

Cerita kedua adalah teman wa nita saya. Dia mencintai seorang pria (C). Pria C ini sangat ganteng. Banyak menarik perhatian wa nita , termasuk teman wa nita saya. Dia mengejar pria ini tanpa mengenal lelah, memberikan perhatian, berkunjung ke rumah pria tersebut, bergaul dengan teman-temannya. Tapi pria C tidak mencintai teman wa nita saya, dia mencintai wa nita lain. Karena satu dan lain hal, akhirnya teman wa nita saya berhasil menikah dengan pria C, walaupun pria ini tidak mencintai dia. Dia memiliki pria ini sekarang. Setelah pernikahan, wa nita ini bertambah kurus, mukanya tidak berseri, dan selalu terlihat tertekan. Dalam pernikahannya, pria C tidak pernah memberikan perhatian, terkadang pulang malam, dan mempunyai wa nita lain dalam pernikahan. Kehidupan pernikahannya tidak bahagia. Dia mencoba dengan menambahkan anak, tetap pria C ini tidak peduli setelah mereka mempunyai lebih banyak anak. Hati dan pikiran pria ini selalu pada wa nita lain, wa nita yang dicintainya.

Kesimpulan yang saya dapat dari cerita ini adalah Pria adalah mahkluk yang berinisiatif dalam percintaan, pria suka mengejar, dan mendapat. Sedangkan wa nita adalah mahkluk yang bisa belajar untuk jatuh cinta atau bisa jatuh cinta kemudian apabila diperlakukan dengan baik dan penuh cinta. Jadi dalam pernikahan idealnya memang kedua pihak saling mencintai. Tapi jika tidak, alangkah baiknya jika pria yang mencintai terlebih dahulu, karena cinta seorang pria tidak bisa diban gun . Dan jika pria mencintai seorang wa nita , percayalah memang dia akan menempatkan wa nita tersebut seperti ratunya, berusaha memberikan yang terbaik dan selalu berusaha membahagiakan wa nita tersebut. Sebagai wa nita , ingatlah untuk memilih pria yang mencintai kita. Tentunya setidak menariknya seorang wa nita , pasti setidaknya da seorang pria pernah menyatakan suka pada wa nita tersebut.

focus berita handphone, laptop, gadget, tablet, computer

darwys - 18.17
terimakasih atas kunjungan anda

0 komentar:

Posting Komentar